Beranda Serba Serbi Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar

1

Malam Lailatul Qadar

Bulan Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa, bulan yang penuh keberkahan sekaligus bulan penuh ampunan. Tak hanya itu saja, bulan Ramadan juga merupakan bulan yang sangat spesial karena di bulan ini adalah bulan turunnya kitab suci Al-Quran bagi umat islam. Masih di bulan ini, para ulama mengungkapkan bahwa bulan ini merupakan bulan dimana ada satu malam yang sangat mengesankan. Malam tersebut adalah malam Lailatul Qadar.

Dikutip dari berbagai sumber, bagi umat muslim malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dan penuh keberkahan. Di malam ini juga, para malaikat turun ke bumi dan Allah membuka pintu pengampunan selebar-lebarnya bagi hambanya yang bertobat dan bersujud untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar.

Dalam bahasa Arab, Lailatul Qadar memiliki arti sebagai malam ketetapan. Yang dimaksud dengan malam ketetapan sendiri merupakan malam yang sangat penting dimana malam ini adalah malam turunnya Al-Quran ke bumi. Malam Lailatul Qadar juga merupakan malam yang sangat mulia. Saking mulianya, ia dikatakan sebagai salah satu malam yang bahkan lebih baik dari 1000 malam sekalipun.

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan penuh dengan hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami.” (QS. Ad-Dukhan, 3-5).

Malam Lailatul Qadar

Di dalam laman wikipedia.org, ulama besar dan ahli agama Quraish Shihab mengungkapkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam penuh pengampunan, penuh kemuliaan dan penuh keutamaan. Adapun keutamaan malam Lailatul Qadar antara lain sebagai berikut:

1. Keutamaan Malam Laitul Qadar

Malam Lailatul Qadar

Dalam Al-Quran dan Hadist banyak dijelaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan malam yang begitu mulia. Di malam Lailatul Qadar ini, para malaikat turun ke bumi dan memberikan syafaat kepada orang-orang yang senantiasa beribadah, berdoa memohon ampun serta menghidupkan malam Lailatul Qadar. Di malam ini pula, dikatakan sangat sempit karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi. Hal ini seperti yang ditegaskan dalam Al-Quran,

“Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehedakiNya).” (QS. Ar-Rad, 26)

Malam Lailatul Qadar juga merupakan salah satu malam yang lebih utama dari 1000 malam atau bahkan 1000 bulan. Segala amalan baik yang dilakukan di malam Lailatul Qadar lebih utama daripada amalan di 1000 bulan sekalipun. Imam Mujahid, Qotadah dan ulama besar lain berpendapat bahwa keutamaan malam Lailatul Qadar ini tak pernah bisa ditemukan di malam-malam lain. Di dalam Al-Quran dijelaskan,

“Lailatul Qadar itu lebih utama dari seribu bulan” (QS. Al Qadar, 3)

Masih di dalam Al-Quran dan di dalam surah Al-Qadar, malam Lailatul Qadar dijelaskan sebagai malam yang penuh dengan kesejahteraan. “Malam itu (Lailatul Qadar) penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadar, 5). Orang-orang yang senantiasa beribadah dengan tulus, mendirikan salat baik salat wajib dan sunah, membaca Al-Quran, berdzikir dan melakukan kebaikan di malam ini akan mendapatkan ketenangan serta kesejahteraan. Orang-orang yang senantiasa menghidupkan malam ini juga akan dijaga oleh para malaikat yang sedang turun ke bumi.

“Di malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad-Dukhan, 4)

Para ahli agama dan beberapa periwayat hadist seperti Imam Bukhari, Abu Malik, Abdullah Bin Umar, Mujahid, Imam Muslim dan sebagainya menyebutkan bahwa di malam Lailatul Qadar, penulisan takdir di lauhul mahfudz dalam setahun akan dirinci. Di malam ini, ketentuan ajal juga rezeki juga akan kembali dicatat dan ditetapkan.

Bagi setiap orang yang ingin mendapatkan pengampunan dari Sang Pencipta dan dihapuskan dosa-dosanya, malam Lailatul Qadar adalah waktu yang tepat untuk memohon ampunan. Ya, meskipun pada dasarnya setiap waktu dianjurkan untuk dijadikan sebagai waktu meminta pengampunan dan pertobatan. Hanya saja, di malam Lailatul Qadar ini Allah akan mengampuni dan menghapuskan dosa-dosa orang yang bertobat dengan sungguh-sungguh.

“Barang siapa melaksanakan salat malam di malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari).

2. Tanda Kedatangan Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar

Dikatakan, malam Lailatul Qadar akan datang di satu malam di setiap tahunnya tepatnya di bulan Ramadan. Banyak ulama yang mengungkapkan bahwa malam Lailatul Qadar kemungkinan besar akan datang pada 10 malam terakhir Ramadan. Dari Imam Muslim diriwayatkan,

“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Imam Muslim, 762).

Sementara itu, dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, “Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan yang begitu menghangatkan dan menenangkan.” (HR. Al Baihaqi). Dalam sebuah riwayat juga dijelaskan, “Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadan, melebihi kesungguhan beliau di waktu lainnya. (HR. Muslim).

Banyak ulama menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar akan datang di malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan. Malam itu bisa saja malam ke 21, malam ke 23, malam ke 25, malam ke 27 atau malam ke 29. Meski begitu, kedatangan malam ini sangatlah dirahasiakan oleh Allah SWT. Sehingga, tidak menutup kemungkinan bahwa malam Lailatul Qadar juga datang di 10 malam Ramadan pertama, 10 malam Ramadan tengah atau di 10 malam terakhir Ramadan tepatnya di malam genap seperti malam 22, 24, 26 dan 28 atau 30.

Mengenai malam Lailatul Qadar, istri kesayangan Rasulullah yakni Aisyah pernah bertanya mengenai malam ini kepada Rasulullah SAW,

“Aku bertanya, Ya Rasulullah, bagaimana jika aku dapat mengetahui malam qadar itu, apa yang sebaiknya aku ucapkan di malam itu?” Rasulullah pun menjawab, “Ucapkanlah olehmu; Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun, suka mengampuni kesalahan, maka, ampunilah segala kesalahanku.” (Hr. Muttafaq Alaih).

Lalu, bagaimana agar kita bisa tahu bahwa suatu malam di bulan Ramadan yakni malam Laitul Qadar telah tiba atau datang? Secara umum sesuai dengan penjelasan ulama, tanda kedatangan malam Laitul Qadar bisa diketahui dengan empat tanda. Tanda pertama adalah esok pagi matahari akan terbit dalam keadaan jernih, teduh dan seperti tidak ada sinar.

Dari Abi bin Ka’ab, Rasulullah bersabda “Subuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim).

Tanda kedua adalah sinar mentari pagi begitu cerah namun teduh dan menenangkan. Tanda ketiga adalah udara di malam Lailatul Qadar tidaklah dingin, tidaklah berawan, tidak panas dan tidak juga badai. Sementara untuk tanda keempat, malaikat akan menurunkan ketenangan sehingga para manusia akan merasa sangat tenang, nyaman dan kenikmatan tersendiri saat ia beribadah dengan sungguh-sungguh. Ketenagan dan kenikmatan ini bahkan dikatakan tidak akan didapatkan pada hari-hari yang lain.

Itulah sepenggal penjelasan mengenai malam Lailatul Qadar. Semoga, kita semua yang beragama muslim bisa merasakan dan bertemu dengan malam yang lebih mulia dari 1000 malam di Ramadan tahun ini. Semoga, informasi ini bermanfaat dan kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Demikian artikel Malam Lailatul Qadar. Jangan lupa follow G+ opinikoe.com.

BERBAGI

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY